Senin, 23 Mei 2011
timerTimer Mikrokontroler 89C51 hadir dengan dua timer, keduanya bisa dikontrol, diset, dibaca, dan dikonfigurasi sendiri-sendiri. Timer 89C51 memiliki tiga fungsi umum, yaitu: Menghitung waktu antara dua kejadian (event) Menghitung jumlah kejadian itu sendiri Membangkitkan baud rate untuk port serial. Sebuah timer bekerja dengan mencacah. Tidak tergantung pada fungsi sebagai timer, counter, atau generator baud rate, sebuah timer akan selalu ditambah satu oleh mikrokontroler. Menggunakan Timer Untuk Mengukur Waktu Fungsi timer yang utama adalah untuk mengukur waktu. Saat sebuah timer digunakan untuk mengukur waktu, dia akan bertambah satu setiap satu siklus mesin. Setiap siklus mesin membutuhkan 12 pulsa kristal. Maka, apabila sebuah 89C51 dengan kristal 11,059 MHz, maka timer setiap detiknya akan berharga: 11.059.000/12=921.583 Dengan kata lain, terdapat 921.583 kali pencacahan dalam setiap detiknya. Tidak seperti instruksi-instruksi yang bisa memakan satu hingga empat siklus mesin, sebuah timer selalu konsisten bertambah satu setiap satu kali siklus mesin. Sehingga, jika diinginkan sebuah timer yang berharga 50.000, berarti memakan waktu sebesar: 50.000/921.583=0,0542 Dengan kata lain, diperlukan waktu 0,052 detik untuk mendapatkan timer yang telah berharga 50.000. Melalui cara serupa, apabila diinginkan mendapatkan pewaktu 0,05 detik, maka dibutuhkan timer yang mencacah hingga: 0,05 x 921.583=46.079,15 Ini berarti kita perlu memonitor cacahan dari timer hingga mencapai harga 46.079. Walaupun tidak benar-benar presisi karena menghilangkan hitungan 0,15; namun cukup mendekati dan dapat ditoleransi. Timer SFR Sebagaimana telah disinggung di atas, 89C51 memiliki dua buah timer yang setiap fungsinya identik. Timer pertama disebut dengan TIMER0 dan timer kedua disebut dengan TIMER1. Kedua timer saling berbagi dua macam SFR, yaitu TMOD dan TCON, yang mengontrol timer, dan masing-masing timer memiliki dua macam SFR yang spesifik yaitu TH0/TL0 untuk TIMER0 dan TH1/TL1 untuk TIMER1. Untuk lebih jelasnya lihat tabel di bawah ini. Daftar SFR Untuk Timer Nama SFR Keterangan Alamat TH0 Timer 0 High Byte 8Ch TL0 Timer 0 Low Byte 8Ah TH1 Timer 1 High Byte 8Dh TL1 Timer 1 Low Byte 8Bh TCON Timer Control 88h TMOD Timer Mode 89h TIMER0 memiliki dua macam SFR yang eksklusif bagi dirinya sendiri, yaitu TH0 dan TL0 yang membentuk harga aktual dari timer. Misalnya TIMER0 berharga 1000, maka TH0 akan berisi 3 sedangkan TL0 akan berisi 232. Untuk melihat harga sebenarnya, kalikan harga TH0 dengan 256 dankemudian tambahkan dengan TL0. TIMER1 identik dengan TIMER0 kecuali bahwa SFR eksklusif yang dimilikinya adalah TH1 dan TL1. Dan karena kedua timer ini memiliki kapasitas dua byte, maka harga maksimum yang bisa ditampung adalah 65.535. Dengan demikian, apabila timer telah melampaui harga 65.535, maka dia akan reset atau overflow dan kemudian kembali ke harga awal 0. SFR TMOD SFR TMOD digunakan untuk mengontrol mode operasi dari kedua timer. Setiap bit dari SFR ini menyediakan informasi bagi mikrokontroler bagaimana menjalankan timer. Empat bit orde tinggi (bit 4 hingga bit 7) berhubungan dengan TIMER1, sedangkan empat bit orde bawah (bit 0 hingga bit 3) mempunyai fungsi sama yang diperuntukkan bagi TIMER0.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Thought I would comment and say neat theme, did you code it on your own? It looks really good!
BalasHapusThe right write, praise a.
BalasHapus